{"id":768,"date":"2023-07-21T03:54:36","date_gmt":"2023-07-21T03:54:36","guid":{"rendered":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/"},"modified":"2023-07-21T03:54:36","modified_gmt":"2023-07-21T03:54:36","slug":"adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/","title":{"rendered":"Mengapa co2 (karbon dioksida) larut dalam air?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Ya, CO <sub>2<\/sub> (karbon dioksida) larut dalam air.<\/strong> <strong>Ia larut dalam air karena molekul CO <sub>2<\/sub> dapat bereaksi dengan molekul air membentuk asam karbonat (H <sub>2<\/sub> CO <sub>3<\/sub> ), yang kemudian terdisosiasi menjadi ion bikarbonat [(HCO <sub>3<\/sub> )-] dan menjadi ion hidrogen (H+), memungkinkannya larut dalam air. air.<\/strong><\/p>\n<p> Ya, itu hanya jawaban sederhana. Namun ada beberapa hal lagi yang perlu diketahui tentang topik ini yang akan membuat konsep Anda menjadi lebih jelas.<\/p>\n<p> Jadi mari kita langsung ke sana. <\/p>\n<div class=\"inherit-container-width wp-block-group key is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n<div class=\"wp-block-group__inner-container\">\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <strong>Poin Penting: Apakah CO2 Larut dalam Air?<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li> CO <sub>2<\/sub> larut dalam air karena polaritasnya dan pembentukan asam karbonat ketika bereaksi dengan air.<\/li>\n<li> Faktor-faktor seperti suhu, tekanan, pH, salinitas dan keberadaan zat terlarut lainnya dapat mempengaruhi kelarutan <sub>CO2<\/sub> dalam air.<\/li>\n<li> Pelarut nonpolar seperti heksana, heptana, dan benzena memiliki kelarutan <sub>CO2<\/sub> yang rendah dibandingkan pelarut polar seperti air.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> <strong>Penjelasan: Mengapa CO2 larut dalam air?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"ans\"> <em>Karbon dioksida (<\/em> <sub>CO2<\/sub> <em>) larut dalam air karena sifat molekulnya dan sifat gaya antarmolekul yang terlibat.<\/em><\/p>\n<p> Ketika CO <sub>2<\/sub> dilarutkan dalam air, ia mengalami reaksi yang disebut hidrasi, menghasilkan pembentukan asam karbonat (H <sub>2<\/sub> CO <sub>3<\/sub> ):<\/p>\n<p class=\"has-text-align-center\"> <sub>CO2<\/sub> <sub>+<\/sub> <sub>H2O<\/sub> \u2192 <sub>H2CO3<\/sub><\/p>\n<p> <strong>Kelarutan CO2<\/strong> <strong><sub>dalam<\/sub><\/strong> <strong>air dapat disebabkan oleh beberapa faktor:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li> <strong>Ikatan Hidrogen:<\/strong> Molekul air dapat membentuk ikatan hidrogen satu sama lain karena adanya atom hidrogen dengan muatan parsial positif dan atom oksigen dengan muatan parsial negatif. Ketika <sub>CO2<\/sub> larut dalam air, hal ini dapat mengganggu sebagian ikatan hidrogen ini, sehingga memungkinkan molekul air berinteraksi dengan molekul <sub>CO2<\/sub> melalui gaya antarmolekul yang lebih lemah.<\/li>\n<li> <strong>Interaksi dipol-dipol:<\/strong> Sifat polar air dan ikatan polar karbon dioksida memungkinkan <a href=\"https:\/\/www.chem.purdue.edu\/gchelp\/liquids\/dipdip.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">interaksi dipol-dipol<\/a> antara atom hidrogen yang bermuatan positif dalam air dan atom oksigen <sub>CO2<\/sub> yang bermuatan negatif. Interaksi ini berkontribusi terhadap kelarutan CO <sub>2<\/sub> dalam air.<\/li>\n<\/ul>\n<p> Penting untuk dicatat bahwa meskipun CO <sub>2<\/sub> larut dalam air, kelarutannya relatif rendah dibandingkan dengan beberapa gas lainnya. Faktor-faktor seperti suhu, tekanan dan keberadaan zat terlarut lainnya dapat mempengaruhi kelarutan <sub>CO2<\/sub> dalam air.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"> <strong>Faktor apa saja yang mempengaruhi kelarutan CO2 dalam air?<\/strong><\/h2>\n<p> Kelarutan karbon dioksida (CO <sub>2<\/sub> ) dalam air dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor:<\/p>\n<ol>\n<li> <strong>Suhu:<\/strong> Secara umum, kelarutan gas dalam air menurun seiring dengan meningkatnya suhu. Artinya pada suhu yang lebih tinggi, lebih sedikit <sub>CO2<\/sub> yang dapat larut dalam air. Sebaliknya, pada suhu yang lebih rendah, kelarutan <sub>CO2<\/sub> meningkat. Hubungan ini mengikuti Hukum Henry yang menyatakan bahwa kelarutan suatu gas dalam suatu cairan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas di atas cairan tersebut.<\/li>\n<li> <strong>Tekanan:<\/strong> Meningkatkan tekanan CO <sub>2<\/sub> di atas air dapat meningkatkan kelarutannya. Menurut <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Henry%27s_law\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hukum Henry<\/a> , kelarutan gas dalam cairan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas tersebut. Oleh karena itu, tekanan CO <sub>2<\/sub> yang lebih tinggi akan menghasilkan kelarutan dalam air yang lebih besar. Ini adalah prinsip karbonasi minuman ringan, dimana CO <sub>2<\/sub> pada tekanan tinggi dilarutkan dalam cairan.<\/li>\n<li> <strong>pH:<\/strong> pH air dapat <a href=\"https:\/\/www.khanacademy.org\/science\/ap-chemistry-beta\/x2eef969c74e0d802:equilibrium\/x2eef969c74e0d802:solubility-equilibria\/v\/solubility-and-the-ph-of-the-solution\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mempengaruhi kelarutan<\/a> CO <sub>2<\/sub> karena CO <sub>2<\/sub> bereaksi dengan air membentuk asam karbonat (H <sub>2<\/sub> CO <sub>3<\/sub> ). Asam karbonat dapat berdisosiasi menjadi ion hidrogen (H+) dan ion bikarbonat (HCO <sub>3<\/sub> )-. Dalam kondisi yang lebih asam (pH lebih rendah), kesetimbangan bergeser ke arah pembentukan lebih banyak molekul <sub>CO2<\/sub> . Oleh karena itu, nilai pH yang lebih rendah dapat meningkatkan kelarutan <sub>CO2<\/sub> dalam air.<\/li>\n<li> <strong>Kehadiran zat terlarut lain:<\/strong> Kehadiran zat terlarut lain dalam air dapat mempengaruhi kelarutan CO <sub>2<\/sub> . Misalnya, keberadaan senyawa organik terlarut atau gas lain dapat bersaing dalam interaksi dengan molekul air, sehingga berpotensi mempengaruhi kelarutan CO <sub>2<\/sub> .<\/li>\n<\/ol>\n<p> Penting untuk dicatat bahwa faktor-faktor ini dapat berinteraksi satu sama lain dan kelarutan CO <sub>2<\/sub> dalam air merupakan proses keseimbangan kompleks yang bergantung pada beberapa variabel.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"> <strong>Bacaan lebih lanjut<\/strong><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/chemuza.org\/id\/apakah-amonia-nh3-larut-dalam-air\/\">Mengapa NH3 (amonia) larut dalam air?<br \/><\/a> <a href=\"https:\/\/chemuza.org\/id\/apakah-metanol-ch3oh-larut-dalam-air\/\">Mengapa metanol (CH3OH) larut dalam air?<br \/><\/a> <a href=\"https:\/\/chemuza.org\/id\/apakah-aseton-larut-dalam-air?\/\">Mengapa aseton larut dalam air?<br \/><\/a> <a href=\"https:\/\/chemuza.org\/id\/apakah-heksana-larut-dalam-air?\/\">Apakah heksana larut dalam air?<br \/><\/a> <a href=\"https:\/\/chemuza.org\/id\/apakah-etanol-larut-dalam-air?\/\">Mengapa etanol larut dalam air?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ya, CO 2 (karbon dioksida) larut dalam air. Ia larut dalam air karena molekul CO 2 dapat bereaksi dengan molekul air membentuk asam karbonat (H 2 CO 3 ), yang kemudian terdisosiasi menjadi ion bikarbonat [(HCO 3 )-] dan menjadi ion hidrogen (H+), memungkinkannya larut dalam air. air. Ya, itu hanya jawaban sederhana. Namun ada &#8230; <a title=\"Mengapa co2 (karbon dioksida) larut dalam air?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/\" aria-label=\"More on Mengapa co2 (karbon dioksida) larut dalam air?\">Baca selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-768","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-struktur-lewis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengapa CO2 (karbon dioksida) larut dalam air? - Kemuza<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa CO2 (karbon dioksida) larut dalam air? - Kemuza\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ya, CO 2 (karbon dioksida) larut dalam air. Ia larut dalam air karena molekul CO 2 dapat bereaksi dengan molekul air membentuk asam karbonat (H 2 CO 3 ), yang kemudian terdisosiasi menjadi ion bikarbonat [(HCO 3 )-] dan menjadi ion hidrogen (H+), memungkinkannya larut dalam air. air. Ya, itu hanya jawaban sederhana. Namun ada ... Baca selengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Chemuza\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-21T03:54:36+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tim redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tim redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tim redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/#\/schema\/person\/4b79ed6e6acfa448a7934f923b2d6a73\"},\"headline\":\"Mengapa co2 (karbon dioksida) larut dalam air?\",\"datePublished\":\"2023-07-21T03:54:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-21T03:54:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/\"},\"wordCount\":591,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Struktur lewis\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/\",\"url\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/\",\"name\":\"Mengapa CO2 (karbon dioksida) larut dalam air? - Kemuza\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-21T03:54:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-21T03:54:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Rumah\",\"item\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa co2 (karbon dioksida) larut dalam air?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/\",\"name\":\"Chemuza\",\"description\":\"Gerbang Anda menuju penemuan bahan kimia!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/#organization\",\"name\":\"Chemuza\",\"url\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/chemuza-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/chemuza-logo.png\",\"width\":387,\"height\":70,\"caption\":\"Chemuza\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/#\/schema\/person\/4b79ed6e6acfa448a7934f923b2d6a73\",\"name\":\"Tim redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/chemuza.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/83f7322a09fc21cefea6640cea6759bbf64fa5d4c6b95e46e8d9efcd5e52a47a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/83f7322a09fc21cefea6640cea6759bbf64fa5d4c6b95e46e8d9efcd5e52a47a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tim redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/chemuza.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa CO2 (karbon dioksida) larut dalam air? - Kemuza","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa CO2 (karbon dioksida) larut dalam air? - Kemuza","og_description":"Ya, CO 2 (karbon dioksida) larut dalam air. Ia larut dalam air karena molekul CO 2 dapat bereaksi dengan molekul air membentuk asam karbonat (H 2 CO 3 ), yang kemudian terdisosiasi menjadi ion bikarbonat [(HCO 3 )-] dan menjadi ion hidrogen (H+), memungkinkannya larut dalam air. air. Ya, itu hanya jawaban sederhana. Namun ada ... Baca selengkapnya","og_url":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/","og_site_name":"Chemuza","article_published_time":"2023-07-21T03:54:36+00:00","author":"Tim redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tim redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/"},"author":{"name":"Tim redaksi","@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/#\/schema\/person\/4b79ed6e6acfa448a7934f923b2d6a73"},"headline":"Mengapa co2 (karbon dioksida) larut dalam air?","datePublished":"2023-07-21T03:54:36+00:00","dateModified":"2023-07-21T03:54:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/"},"wordCount":591,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/#organization"},"articleSection":["Struktur lewis"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/","url":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/","name":"Mengapa CO2 (karbon dioksida) larut dalam air? - Kemuza","isPartOf":{"@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-21T03:54:36+00:00","dateModified":"2023-07-21T03:54:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/adalah-karbon-dioksida-co2-yang-larut-dalam-air\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Rumah","item":"https:\/\/chemuza.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa co2 (karbon dioksida) larut dalam air?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/#website","url":"https:\/\/chemuza.org\/id\/","name":"Chemuza","description":"Gerbang Anda menuju penemuan bahan kimia!","publisher":{"@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/chemuza.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/#organization","name":"Chemuza","url":"https:\/\/chemuza.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/chemuza-logo.png","contentUrl":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/chemuza-logo.png","width":387,"height":70,"caption":"Chemuza"},"image":{"@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/#\/schema\/person\/4b79ed6e6acfa448a7934f923b2d6a73","name":"Tim redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/chemuza.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/83f7322a09fc21cefea6640cea6759bbf64fa5d4c6b95e46e8d9efcd5e52a47a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/83f7322a09fc21cefea6640cea6759bbf64fa5d4c6b95e46e8d9efcd5e52a47a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tim redaksi"},"sameAs":["http:\/\/chemuza.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=768"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/768\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/chemuza.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}