Magnesium asetat (Mg(C2H3O2)2) merupakan senyawa yang tersusun dari ion Mg2+ dan C2H3O2-. Ini biasanya digunakan sebagai bahan pengering dalam sintesis organik dan sebagai bahan tambahan makanan.
Nama IUPAC | Magnesium asetat |
Formula molekul | Mg(C2H3O2)2 |
nomor CAS | 142-72-3 |
Sinonim | Magnesium Diasetat, Garam Magnesium Asam Asetat, Magnesium Etanoat, CAS 73567-85-6, EINECS 240-882-6, UNII-RS92S4G29A |
Di ChI | InChI=1S/2C2H4O2.Mg/c2 1-2(3)4;/h2 1H3,(H,3,4);/q;;+2/p-2 |
Sifat magnesium asetat
Formula Magnesium Asetat
Rumus kimia magnesium asetat adalah Mg(C2H3O2)2. Rumus ini mewakili komposisi senyawa, dengan satu ion Mg2+ dan dua C2H3O2-. Rumusnya penting dalam menentukan jumlah senyawa yang dibutuhkan untuk suatu reaksi tertentu. Hal ini juga berguna untuk mengidentifikasi senyawa dalam konteks yang berbeda.
Massa Molar Magnesium Asetat
Massa molar Mg(C2H3O2)2 adalah 142,39 g/mol. Nilai tersebut diperoleh dengan menjumlahkan massa atom ion Mg2+ (24,31 g/mol) dan C2H3O2- (58,08 g/mol). Massa molar merupakan sifat penting dalam menentukan jumlah Mg(C2H3O2)2 yang dibutuhkan untuk suatu reaksi tertentu.
Titik didih magnesium asetat
Mg(C2H3O2)2 memiliki titik didih yang relatif tinggi yaitu 117,5°C (243,5°F). Sifat ini disebabkan oleh sifat ionik senyawa dan tarikan elektrostatis yang kuat antara ion magnesium dan asetat. Pada suhu ini, senyawa akan mulai menguap, namun akan tetap berbentuk cair kecuali jika terkena suhu yang lebih tinggi.
Magnesium asetat Titik lebur
Titik leleh Mg(C2H3O2)2 adalah 160°C (320°F). Nilai tersebut diperoleh dengan memanaskan senyawa hingga berubah wujud padat menjadi cair. Titik lebur merupakan sifat penting yang menentukan suhu di mana suatu senyawa akan berubah dari wujud padat menjadi cair. Properti ini penting untuk penanganan dan penyimpanan senyawa yang tepat.
Massa jenis magnesium asetat g/mL
Massa jenis Mg(C2H3O2)2 adalah 1,45 g/mL. Nilai ini diperoleh dengan membagi massa suatu senyawa dengan volumenya. Massa jenis merupakan sifat penting yang menentukan massa suatu volume tertentu suatu senyawa. Ini juga merupakan sifat yang berguna untuk menentukan kemurnian suatu senyawa, karena pengotor dapat mempengaruhi kepadatan.
Berat Molekul Magnesium Asetat

Berat molekul Mg(C2H3O2)2 adalah 142,39 g/mol. Nilai ini diperoleh dengan menambahkan massa atom magnesium dan dua ion asetat. Berat molekul merupakan sifat penting yang menentukan jumlah suatu senyawa yang dibutuhkan untuk reaksi tertentu. Hal ini juga berguna dalam menentukan kemurnian senyawa.
Struktur magnesium asetat
Mg(C2H3O2)2 memiliki struktur ionik dimana kation Mg2+ dikelilingi oleh dua anion C2H3O2. Kation Mg2+ bermuatan +2, sedangkan anion C2H3O2- bermuatan -1. Struktur tersebut disatukan oleh gaya tarik elektrostatis antara ion-ion yang bermuatan berlawanan.
Penampilan | Padatan kristal putih |
Berat jenis | 1,45 gram/ml |
Warna | Putih |
Bau | Tidak berbau |
Masa molar | 142,39 g/mol |
Kepadatan | 1,45 gram/ml |
Titik fusi | 160°C (320°F) |
Titik didih | 117,5°C (243,5°F) |
Titik kilat | Tak dapat diterapkan |
Kelarutan dalam air | Sangat larut |
Kelarutan | Larut dalam etanol, metanol, aseton |
Tekanan uap | Tidak tersedia |
Kepadatan uap | Tidak tersedia |
pKa | 4.76 |
pH | 7.5 – 9.0 |
Keamanan dan Bahaya Magnesium Asetat
Mg(C2H3O2)2 umumnya dianggap aman untuk digunakan sesuai tujuan penggunaannya, namun seperti halnya senyawa kimia lainnya, terdapat beberapa potensi bahaya yang harus diwaspadai. Ini dapat mengiritasi kulit, mata dan sistem pernapasan jika terhirup atau tertelan. Paparan yang berkepanjangan atau berulang-ulang dapat menyebabkan efek kesehatan yang lebih serius. Mg(C2H3O2)2 harus ditangani dengan hati-hati dan tindakan perlindungan yang tepat harus diambil saat menangani senyawa ini. Penting juga untuk mengikuti protokol penyimpanan dan pembuangan yang benar untuk menghindari paparan yang tidak disengaja atau kerusakan lingkungan.
Simbol bahaya | Tidak ada |
Deskripsi Keamanan | S22 – Jangan menghirup debu; S24/25 – Hindari kontak dengan kulit dan mata; S36/37/39 – Kenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata/wajah yang sesuai; S45 – Jika terjadi kecelakaan atau merasa tidak enak badan, segera konsultasikan ke dokter (bila memungkinkan tunjukkan labelnya kepada dokter) |
Nomor identifikasi PBB | Tak dapat diterapkan |
kode HS | 29152900 |
Kelas bahaya | Tidak tergolong berbahaya |
Kelompok pengepakan | Tak dapat diterapkan |
Toksisitas | Toksisitasnya rendah, namun dapat mengiritasi kulit, mata, dan sistem pernafasan jika tidak ditangani dengan baik |
Metode sintesis magnesium asetat
Sintesis Mg(C2H3O2)2 menggunakan berbagai metode, termasuk mereaksikan magnesium oksida atau magnesium hidroksida dengan asam asetat .
Dalam metode umum, tambahkan magnesium oksida ke dalam larutan asam asetat untuk membentuk Mg(C2H3O2)2 dan air. Saring larutan yang dihasilkan dan evaporasi hingga diperoleh produk padat Mg(C2H3O2)2.
Metode lain melibatkan reaksi logam magnesium dengan asam asetat dengan adanya katalis, seperti tembaga klorida atau tembaga sulfat. Reaksi tersebut menghasilkan Mg(C2H3O2)2, gas hidrogen, dan logam tembaga sebagai produk sampingan.
Sintesis Mg(C2H3O2)2 melalui reaksi metatesis dengan mereaksikan magnesium klorida dengan natrium asetat dengan adanya air menghasilkan Mg(C2H3O2)2 dan natrium klorida.
Secara keseluruhan, pilihan metode sintesis bergantung pada faktor-faktor seperti kemurnian produk Mg(C2H3O2)2 yang diinginkan, ketersediaan bahan mentah, dan skala proses produksi.
Kegunaan Magnesium Asetat
Mg(C2H3O2)2 memiliki aplikasi yang luas di berbagai industri karena sifatnya yang unik. Berikut beberapa kegunaan umum Mg(C2H3O2)2:
- Bahan tambahan makanan: Digunakan sebagai bahan tambahan makanan untuk meningkatkan nilai gizi makanan dan mencegah pembusukan.
- Obat: Digunakan sebagai obat sebagai sumber magnesium, mineral penting yang memainkan peran penting dalam banyak proses fisiologis.
- Tekstil: Digunakan dalam industri tekstil sebagai mordan, zat yang membantu mengikat pewarna pada kain.
- Pengolahan Air: Digunakan dalam aplikasi pengolahan air untuk menghilangkan kotoran dari air dan mencegah penumpukan kerak pada pipa dan peralatan.
- Beton: Digunakan dalam produksi beton untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahannya.
- Sintesis kimia: digunakan sebagai bahan baku sintesis senyawa kimia lainnya, seperti obat-obatan, perasa dan parfum.
Pertanyaan:
T: Apa yang terbentuk jika asam asetat dan magnesium karbonat bereaksi?
A: Ketika asam asetat dan magnesium karbonat bereaksi, terbentuk Mg(C2H3O2)2, karbon dioksida dan air.
Q: Dimana membeli kalsium magnesium asetat?
A: Kalsium Mg(C2H3O2)2 dapat dibeli dari berbagai supplier bahan kimia dan pasar online.
T: Apakah magnesium asetat larut dalam air?
A: Ya, Mg(C2H3O2)2 larut dalam air, dengan kelarutan sekitar 54 g/L pada suhu kamar.
Q: Berapa konsentrasi molar larutan 5,00 L yang mengandung 0,800 mol magnesium asetat?
A: Konsentrasi molar larutan 5,00 L yang mengandung 0,800 mol Mg(C2H3O2)2 adalah 0,160 M.